Nahdlatul Ulama mendasarkan faham keagamaannya kepada sumber ajaran Islam: Al-qur’an, AsSunnah, Al- Ijma’ dan Al- Qiyas. NU mengikuti faham Ahlussunnah wal Jama’ah dan menggunakan jalan pendekatan (Al Madzhab) Di bidang ‘Aqidah, NU mengikuti Imam Abul Hasan Al Asy’ary dan Imarn Abu Mansur Al Maturidi. Di bidang Fiqh, NU mengikuti salah satu dari madzhab 4 yaitu Abu Hanifah An-Nu’man, Imam Malik bin Anas, Imam Muhammad bin Idris Asy Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hambal. Di bidang Tasawwuf mengikuti Imam Al Junaid Al Bagdadi dan Imam Al Ghazali

MUSYRAN NU KEL. CINERE

Dengan diiringi gerimis, malam ini 12 Nopember 2017, Musyawarah Ranting Nahdlatul Ulama Kelurahan Cinere berlangsung di kediaman tokoh ulama Cinere KH Dasuki Hamzah dengan dihadiri oleh 26 warga NU setempat. Dengan diawali sambutan tuan rumah dan pidato awal Ketua PCNU Kota Depok KH
Raden Salamun, kemudian sidang dimulai dipimpin oleh Wakil ketua PCNU Ust. Ahmad Solehan,  akhirnya terbentuk AHWA yg beranggotakan 5 tokoh ulama dilakukanlah pemilihan Rois Syuriah dan akhirnya terpilihlah KH.Ahmad Holwadi, LC sebagai Rois Syuriah PRNU Cinere.

Kemudian sidang dilanjutkan dan melalui musyawarah untuk mufakat akhirnya terpilihlah Ust.Mustofa Kemal Pasha sebagai Ketua Tanfidziyah PRNU KEL. CINERE

Dan tepat pukul 22:50 setelah dibacakan keputusan, musyawirin secara spontan mengumandangkan Ya Lal Wathon dan Sholawat Nahdliyah di tengah malam.
Sangat luar biasa semangat.
Semoga Sukses.

Mengapa Harus ber NU


Muslimedianews.com ~ Saya sering menerima kritikan supaya jangan terlalu fanatik atau fanatik buta dengan NU (Nadlatul Ulama) dan dengan berbagai alasan dikemukakan. Intinya kebanyakan yang saya tangkap dari semua kritikan dan alasan itu adalah supaya saya tidak lagi berada di jalur NU yang menurut mereka NU itu sudah melenceng sudah bengkok dll. Dan sekarang saya mau menanggapi atau mengklarifikasi kenapa saya sangat fanatik terhadap NU:

1. Karena NU dianugerahkan oleh Allah untuk Indonesia lewat para wali Allah.

2. Kontribusi NU terhadap Kemerdekaan sangat besar bagi Indonesia dan tetap konsisten menjaga kedamaian, menjaga persatuan dan kesatuan seluruh ummat tidak hanya untuk ummat Islam saja tapi semua ummat di Indonesia (catatan penting).

3. Fanatik terhadap NU itu tidak merugikan orang lain, kelompok, golongan, ajaran atau firqah yang lain. Karena NU tidak mudah untuk menyesat-nyesatkan atau mengkafir-kafirkan kelompok atau ajaran yang lain.

4. Kenapa saya fanatik terhadap NU karena NU tidak hanya menjunjung tinggi Ukhuwah Islamiyyah tapi juga Ukhuwah Basyariyyah (persaudaraan seluruh ummat).

5. NU itu sebagai Mayoritas Ummat Islam (Assawadul A'dzam) yang menganut ajaran Ahlussunah wal Jama'ah.

6. Selalu konsisten menjaga tradisi dan amaliah Ulama Salaf yang sanadnya sampai kepada Rasulullah Saw.

7. NU adalah Organisasi Islam yang lahir dari bumi pertiwi. Jadi NU akan selalu bersama Negara "Hubbul wathan minal iman".

8. NU mempunyai konsep pendidikan Islam yang mengedepankan Adab Menerapkan ajaran Islam yang Rahmatan lil 'alamin sehingga tidak ada lulusan pesantren NU yang menjadi Teroris.

9. Ini yang paling penting kenapa saya fanatik terhadap NU karena "NU saklawase".

Dan masih banyak alasan yang lain kenapa saya sekarang sangat fanatik terhadap NU (Nahdlatul Ulama) tapi saya rasa ini sudah lebih dari cukup. Sekarang saran saya untuk mereka silakan pilih jalannya sendiri, toh itu akan dipertanggungjawabkan masing-masing nanti. Yang penting tidak merugikan orang lain itu udah baik. Tapi saya menyarankan untuk kondisi sekarang ikutilah NU dan Muhammadiyah yang sudah terbukti dan konsisten menjaga perdamaian dari jaman kemerdekaan hingga sekarang. (Oleh: Musa Assaefar alias Muarif Saefi Ardhi).

APEL DAN KIRAB HARI SANTRI diadakan oleh Santri bersama Kemenag Depok, PCNU Depok dan FKPP Kota Depok Alhamdulillah Lancar tanpa dukungan WALIKOTA

Panitia Hari Santri Nasional tingkat kota Depok yg dimotori oleh IPNU telah mengadakan serangkaian acara dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 22 Oktober  2017. Kegiatan dimulai dengan launching di masjid kubah emas tgl 7 Oktober bersamaan dengan qosidah burdah dan hirzul jausyan dan diikuti serangkaian acara lainnya yakni 

1. MHQ di Ponpes Annahdloh Bojongsari

2. MQK di Ponpes Assaadah Cipayung

3. Cerdas cermat keaswajaan di ponpes Arrahmaniyah Cipayung

4. Futsal IPNU Cup di Ponpes Arridho Cilodong

5. Santri Idol di Ponpes Himatul Aliya Pancoran mas

6. Kaligrafi di Ponpes Ibnu Nafis

7. Khataman dan Semaan Alquran di Pesantren Al Hamidiyah

8. Pembacaan satu milyar salawat nariyah diseluruh ponpes di depok pada malam 22 oktober 2017.

Bersamaan itu pula diberikan hadiah dan piala bagi para juara lomba.

Sedianya Panitia merencanakan mengadakan puncak hari santri nasional pada 22 oktober di halaman balaikota depok dengan apel dan kirab kebangsaan yang diakhiri dengan tasyakuran sekaligus pemberian hadiah. Namun sayang sekali, pihak walikota tak kunjung memberikan balasan dan respon atas surat panitia yang telah dikirimkan. Terakhir kamis, 20 Oktober 2017 panitia di terima plt sekda, namun tidak bisa berbuat apa-apa.

Yang agak mengagetkan, muncul selebaran/pamflet di media sosial yg isinya bahwa Pemkot Depok akan mengadakan kontes musik kebangsaan pada tanggal 22 Oktober 2017 yang bertepatan dengan hari santri.

Pak Walikota yang juga seorang Kiai, sepatutnya dan seharusnya berbaur dan bersama-sama menyemarakkan hari santri. Namun apa hasil, justru menyiapkan acara yang secara substansi  belum seirama dengan hari santri.  

Namun dengan kejadian tersebut akhirnya Kemenag beserta PCNU dan FKPP kota Depok berapa inisiatif mengadakan acara APEL AKBAR DAN KIRAB SANTRI yang diadakan di Halaman Kantor Kemenag Kota Depok Hari Senin, 23 Oktober 2017.

Sehari sebelumnya 22 Oktober Apel Hari Santri diadakan di masing-masing Pesantren.

Dengan kejadian ini semoga menjadi instrospeksi kita bahwa Santri harus mandiri jangan tergantung dengan pemerintah. Meski Pemkot bervisi menjadi kota yang unggul, nyaman dan religius, namun kejadian peringatan hari santri ini menandakan, visi ini masih jauh dari angan-angan. Dan bahkan meninggalkan santri yang identik dengan religiusitas. 

SELAMAT HARI SANTRI NASIONAL

POLISI DEPOK PERINGATI HARI SANTRI

Kapolres Depok, dalam rangka memperingati hari santri tanggal 22 Oktober memerintahkan seluruh  anggota memakai peci saat apel pagi dan Gatur lalin pagi.
Kegiatan yang dimulai pagi ini Senin,23 Oktober 2017 di tandai dengan apel pagi di halaman Mapolres Depok, seluruh anggota polisi menggunakan peci hitam sebagai penutup kepala.
Bahkan di kegiatan selanjutnya baik yg bertugas di pelayanan masyarakat maupun gatur lantas di beberapa titik semua anggota yang berada di sana menggunakan peci hitam sebagai penutup kepala.

SELAMAT HARI SANTRI
22 Oktober 2017

Selamat atas pendirian Universitas Islam Internasional di kota Depok

Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) akan mulai berfungsi pada tahun 2019. Anggaran Rp 1,5 triliun dikucurkan untuk membangun institusi pendidikan ini.

"Bahas tentang kemajuan dari pada pembangunan Universitas Islam Internasional di Depok. Tadi para menteri sudah melaporkan di bidang masing-masing dan Alhamdullilah kemajuannya cukup konseptualnya," kata JK di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (6/7/2017).

Pembangunan lembaga pendidikan yang bersifat internasional ini akan menggunakan konsep yang ramah lingkungan. Persiapannya juga akan menggunakan international advisory dan konsep lainnya.

"Konsep hijau. jadi konsepnya modern tapi hijau, tidak bikin adat-adat tidak," terangnya.

Konsep ini menurut JK digunakan karena universitas harus memiliki konsep masa depan atau modern.

"Semua universitas Islam harus melihat masa depan, tidak masa lalu. semua konsep universitas yang kita bikin baru harus modern. Supaya semua mahasiswa berpikir masa depan, bukan berpikir ke belakang," jelasnya.

Pembangunan universitas ini akan menggunakan APBN 2017 dan 2018. JK menargetkan pada tahun 2019, universitas ini dapat digunakan.

"Rp 1,5 triliun (anggaran) kurang lebih," sebut JK.

Kurikulum pendidikan ini akan menggunakan konsep internasional seperti di Kuala Lumpur, Yordania, Mesir, dan Kanada. Akan ada penasihat internasional yang membantu mengatur kurikulumnya.

"Insya Allah 2019 mulai. Mulai pembangunannya tahun ini," kata JK.

"Cuma ini pascasarjana saja. post graduate, S2 dan S3, dan banyak research dan pengembangan paham tapi isinya nanti internasional. Banyak mahasiswa-mahasiswanya kita undang dan para dosen-dosennya juga secara internasional," sambungnya.

Rapat dihadiri Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agraria dan Tata ruang Sofyan A. Djalil, Menteri PPN/ Bapenas Bambang Brojonegoro, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Wakapolri Komjen Syafruddin, Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar, Komaruddin Hidayat, Azyumardi Azra, Syahrul Ujud.

https://m.detik.com/news/berita/d-3550435/jk-universitas-islam-internasional-indonesia-berfungsi-2019

(fiq/fdn)

Rangkaian hari Santri

Hadirilah Dzikrul Ghofilin malam ini di PCNU Kota Depok
Insya Alloh Akan dihadiri Syuriah PBNU : KH. Masdar Farid Mas'udi
Dalam rangka rutin Selasa Kliwon dan Memperingati hari Santri

Konfirmasi hubungi 0813 1511 4085

SEMANGAT HARI SANTRI

SEMANGAT HARI SANTRI NASIONAL
Oleh:
Darul Qutni, S.S.I
(Sekretaris Lembaga Ta'mir Masjid (LTM) PCNU Depok)

Hari Santri ditujukan agar para santri pesantren yang ada di seluruh Indonesia untuk senantiasa istiqomah mencintai tanah air Indonesia, menjaga Pancasila dan NKRI.  Santri bersama elemen-elemen lainnya diharapkan terus menjaga kesinambungan perjuangan melawan kolonialisme dan neo kolonialisme di negara kita. Elemen-elemen itu seperti TNI, Polisi, Buruh, Guru, Petani, dan lain-lain yang juga telah memiliki harinya masing-masing. TNI pada 5 Oktober, Polisi pada 1 Juli, Buruh pada 1 Mei, Petani pada  24 September, dan Guru pada tanggal 25 November dan seterusnya hari-hari elemen bangsa lainnya.

Semangat di balik penetapan hari santri nasional adalah semangat santri untuk melawan penjajahan dan kezaliman. Karena, Hari Santri ditetapkan pada tanggal 22 Oktober, yang terinspirasi dari Resolusi Jihad yang difatwakan oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'arie. Fatwa itu kemudian mendorong pergerakan dan perjuangan ribuan santri untuk bertempur dan berjihad fii sabilillah pada 10 November 1945 mempertahankan proklamasi kemerdekaan yang baru seumur jagung. Kaum santri tidak perlu meminta perannya diakui oleh negara. Karena tanpa diakui, mereka pun telah berperan. Ketaatan para santri kepada kyainya adalah bagian dari nilai ketaqwaan mereka kepada Allah SWT. Dan taqwa adalah menjalankan perintah Allah SWT, baik sirron wa alaniyatan. Sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Dilihat maupun tidak dilihat orang. Diakui maupun tidak diakui orang. Dipuji maupun tidak dipuji. Para santri tetap bertempur ikhlas karena Allah SWT dalam menjalankan fatwa Jihad kyainya dan ulamanya yang menyerukan perlawanan bersenjata kepada kaum penjajah.

Karena itu jika masih ada suara yang nyinyir dan sumbang tentang hari santri, maka para santri tidak akan perduli dengan suara-suara itu. Karena pada dasarnya, para santri Indonesia memang harus eksis dan memajukan dirinya untuk melawan penjajahan gaya baru, terutama di bidang kebudayaan dan ekonomi, serta lainnya. Inilah semangat hari santri yang sebenarnya. Santri yang sejati tidak akan terjebak pada acara yang seremonial saja. Ia akan menarik penuh semangat di balik hari santri itu sendiri.

Pada dasarnya, seorang santri adalah mereka yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Dalam konteks Indonesia, santri, diambil dari kata Shastri, yang merupakan petapa di gunung yang mengkaji kitab Suci agama Hindu. Adalah Syekh Maulana Malik Ibrahim, atau lebih dikenal dengan Sunan Gresik, salah satu dari Walisongo yang kemudian mengubah tradisi shastri tersebut. Ia mengganti kitab suci agama hindu dengan kitab suci al-Qur'an untuk dikaji di gunung oleh para santri. Dakwah Islam pun berjalan damai. Umat hindu pun akhirnya berbondong-bondong masuk agama Islam lewat strategi dakwah yang lembut dan adaptif terhadap budaya agama lokal tersebut. Label dan kemasannya tidak diganti, tapi isinya yang diganti. Dapat dikatakan, bahwa Syekh Maulana Malik Ibrahim merupakan pendiri pesantren untuk pertama kali di Indonesia sebagai strategi dakwah Islam melalui kebudayaan.

Karena itu, semangat hari santri nasional, selain vitalisasi terus menerus kebangkitan melawan kolonialisme modern, dan meneguhkan kemandirian sebagai bangsa yang berdaulat, juga vitalisasi elan untuk memperdalam ajaran Islam untuk diterapkan dan ditegakkan di tengah-tengah masyarakat. Semangat untuk mencintai ilmu dan ulama' dan menahbiskan diri dalam ilmu dan pengabdian kepada Allah SWT. Tak heran, jika Fatwa Jihad dan Perang Sabilillah yang dikeluarkan oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'arie yang dikeluarkan pada tanggal 22 Oktober, membuktikan kedalaman (tabahhur) dan kemanfaatan ilmunya yang sudah nyata-nyata dirasakan penting bagi keberlanjutan Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta.

Dengan memperingati dan mengingatkan Hari Santri Nasional, para santri dan bangsa ini diharapkan tidak lupa dengan perjuangan dakwah Wali Songo yang menyebarkan Islam dengan damai dan berkebudayaan, tidak lupa dengan peran pesantren, tidak lupa dengan semangat ulama' dan para santri nusantara, untuk mempertahankan NKRI, tidak lupa dengan ajaran para solihin leluhurnya, tidak lupa dengan ilmunya yang harus diamalkan. Amin.