Selamat dan Sukses Musyawarah Kerja PCNU Kota Depok, 19-20 Oktober 2019 dan Sukseskan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2019

Pagar Nusa Gasmi Depok JUARA

Pagar Nusa Gasmi Depok Sabet 10 medali di ajang Jampang Competition 5


Perguruan pencak silat Pagar Nusa saat ini sudah bertaraf internasional, bahkan sudah ada beberapa negara yang sudah meminta pelatih Pagar Nusa untuk mengajar di luar negeri.





Pelatih Pagar Nusa Gasmi, M. Imaduddin, S.Pd, biasa di panggil embah Aim pada banyak kesempatan sudah menorehkan nama baik Nahdliyyin kota Depok melalui kiprahnya sebagai Pelatih Pencak Silat Pagar Nusa.

Sepekan lalu diadakan Silat Jampang Competition 5 dengan jumlah peserta yang ikut sebanyak 1200 pesilat dari berbagai aliran dan lembaga, yang tersebar di Jabodetabek dan bahkan ada yang berasal dari Cirebon.

Dengan mengirim 10 atlet yang terdiri dari 6 tingkat SD, 2 tingkat SMP dan 2 tingkat SMA yang mewakili Pagar Nusa Gasmi Cilodong, dapat menyabet 5 juara 1 dan 5 juara 2.

Tema yang di usung dalam kompetisi ini adalah "Melestarikan Budaya Pencak Silat sebagai warisan asli Indonesia yang membentuk generasi muda berprestasi dan berakhlak mulia".

Tujuanya, menumbuh kembangkan ekstra kulikuler Pencak Silat di Sekolah dan perguruan tinggi, menyalurkan bakat dan minat serta prestasi pelajar dalam Pencak Silat, mencari calon Atlet untuk persiapan PORDA Jawa Barat 2020 dan menunbuhkan daya saing yang sehat dalam berkompetisi, ujar embah Aim saat di wawancarai oleh ltnnujabar.com

Lebih lanjut, untuk mengembangkan budaya Pencak Silat Indonesia yang merupakan warisan para Alim Ulama kita, embah Aim menghimbau kepada Pesantren-pesantren di kota Depok yang berharokah Nahdliyyin agar menerapkan Eskul/kegiatan Pencak Silat Pagar Nusa, kami siap untuk melatih dan para pelatih sudah kami persiapkan, selain syiar kita juga bisa membawa nama baik Nahdliyyin, ujar embah Aim.

Rapat Pleno PBNU 2019



Wakil Presiden terpilih, membuka Sidang Pleno PBNU 2019 di Ponpes Al Muhajirin Purwakarta
Purwakarta(20/9/19)-Pembukaan sidang Pleno PBNU yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Muhajirin Pimpinan KH. Abun Bunyamin, hari ini dibuka oleh Wakil Presiden terpilih Prof. Dr. KH. Ma'ruf Amin.
Acara Pembukaan sidang Pleno ini, diawali dengan sambutan-sambutan, pertama oleh pimpinan Pesantren Al Muhajirin, kang Dedi Bupati Purwakarta, kang Emil Gubernur Jawa Barat, dan Ketua Umum PBNU, Prof Dr. KH. Said Aqil Siradj, diakhiri dengan Nasihat oleh Rois Aam PBNU, KH. Miftahul Akhyar.
NU memang tidak meminta jabatan, tapi kami akan merampas kembali jabatan, tapi ketika ikhlas jabatan itu diberikan orang, orang itu menggunakannya untuk memukul NU, menyepelekan NU, dan apa yg akan kami lakukan bukan untuk pribadi, tapi demi berlangsungnya paham Ahlussunnah wal Jamaah di Negeri tercinta ini, demi Bangsa dan negara ini, demi Umat, demi NKRI". Ujar Rois Amm PBNU dihadapat Ribuan kaum Nahdliyyin yang hadir memenuhi areal Pondok Pesantren.
Dalam sambutannya wakil Presiden terpilih Prof. Dr. KH. Maruf Amin mengatakan, "NU harus tetap dalam kerangka menjaga Agama, dan menjaga Negara, Masyarakat harus terus diberikan pemahaman tentang ajaran Aswaja, jikalau ini tidak dilakukan, akan sangat berbahaya bagi agama dan Bangsa ini kedepan, ujar beliau.
Pilar-pilar Kebangsaan harus dijaga agar tidak terjadi kegaduhan, Khilafah itu Islami, seperti Khilafah pada masa Daulah Bani Abbasiyah, tapi Islami tidak harus Khilafah, sistem Republik juga termasuk Islami.
Di Indonesia sistem Khilafah bukan ditolak, akan tapi tertolak, dan Indonesia adalah Darun Misyaq.
Begitu juga dengan Pendidikan Akhlak untuk Generasi yang akan datang, termasuk dalam mempersiapkan Generasi unggu dan maju.
Untuk menandai dibukanya rapat Pleno PBNU 2019 hari ini, Wakil Presiden terpilih sebagai simbolisasi membuka dengan memukul bedug.
*Lima Rekomendasi Syuriah untuk PBNU*
1] Perlu pikiran prima menjaga keberlangsungan beasiswa kader NU, untuk itu perlu ada lembaga khusus mengelola Beasiswa
2] Singkatan AHWA berkonotasi negatif oleh pihak luar, perlu menggantinya dengan term ‘Ahli Halwa’
3] Menjelang Muktamar 34, PBNU harus segera menyaring Ahli Halwa dg melibatkan Mustasyar dan membuat panduan untuk PCNU agar terkesan tidak politis
4] Pemilihan ketum PBNU dilakukan melalui Ahli Halwa. Sebagaimana keputusan yang ada tentang mekanisme kepemimpinan NU.
5] Muktamar 34 NU diharapkan bisa mengangkat dan membahas isu Nasional, seperti Radikalisme di BUMN, konsep Wathaniyah menurut NU, dan maraknya Narkoba.
_Purwakarta, 20 September 2019_
*KH. Miftachul Akhyar*
Rois ‘Am PBNU

Habibie Adalah Figur Teladan Bangsa Indonesia

PBNU Sebut Habibie Adalah Figur Teladan Bangsa Indonesia

 Hasil gambar untuk habibie dan NU


KETUA Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Presiden ke-3 RI Baharuddin Jusuf Habibie.


"Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun. Selaku pribadi maupun atas nama warga NU saya turut berduka mendalam atas wafatnya Pak BJ Habibie," ujar Robikin dalam keterangan resminya, Jakarta, Rabu (11/9).

Sebagai bangsa, kata Robikin, Indonesia sangat kehilangan sosok BJ Habibie. Ia menilai Habibie adalah seorang negarawan yang demokratis. Sosok yang kecerdasannya telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional, namun tetap humble dan rendah hati. Pak Habibie juga merupakan figur teladan dalam kehidupan keluarga. Kita dan generasi muda layak meneladinya," kata Robikin


Ia juga berharap agar segala salah dan khilaf beliau diampuni oleh Allah SWT, amal ibadahnya diterima dan segenap keluarga yang ditinggal diberikan ketabahan.


Habibie meninggal di usia ke 83 pukul 18.05 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto akibat sakit yang dideritanya. 


Pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 itu pernah menjabat sebagai wakil presiden RI selama periode 11 Maret 1998 - 21 Mei 1998. 

Selanjutnya Habibie menjadi Presiden RI mulai dari 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999.