Selamat dan Sukses Musyawarah Kerja PCNU Kota Depok, 19-20 Oktober 2019 dan Sukseskan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2019

Nahdlatul Ulama


Ada Dzikir Hizb Jausyan di Masjid Kubah Emas

Senin, 08 Februari 2016 06:02 Daerah
Bagikan
Jamaah Dzikir Hizb Jausyan di Masjid Kubah Emas
Depok, NU Online
Majelis Dzikir Hizb Jausyan diadakan rutin setiap dua bulan sekali di Masjid Kubah Emas kelurahan Maruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat. Majelis dzikir yang dipimpin salah seorang Syuriyah PCNU Depok KH Juned MHS menggelar kegiatan tersebut untuk kedua kalinya Sabtu malam 6 Febuari 2016.

Dzikir bersama diisi dengan membaca surah Yasin, kemudian tahlilan, pembacaan kisah Maulid Nabi Muhammad SAW, serta Hizb Jausyan.

Menurut KH Juned MHS, dzikir bersama ini dilakukan semata-mata untuk mengharap ridha Allah SWT agar jamaah dzikir diberi kemuliaan dunia dan akhirat.

Tak hanya itu, kata dia, di majelis dzikir tersebut mendoakan bangsa Indonesia agar senantiasa terlindungi dari segala bencana, baik bencana karena alam, krisis ekonomi maupun bencana yang diakibatkan karena ideologi radikal yang berniat menghancurkan NKRI.

Majelis dzikir ini terselenggara atas kerja sama Yayasan Dian Al Mahri Masjid Kubah Emas, Majelis Dzikir Hizb Jausan dan Himasal Depok Bogor (Alumni Santri Lirboyo). (Nuruddin Hidayat/Abdullah Alawi)
Ada Dzikir Hizb Jausyan di Masjid Kubah Emas
Depok, NU Online
Majelis Dzikir Hizb Jausyan diadakan rutin setiap dua bulan sekali di Masjid Kubah Emas kelurahan Maruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat. Majelis dzikir yang dipimpin salah seorang Syuriyah PCNU Depok KH Juned MHS menggelar kegiatan tersebut untuk kedua kalinya Sabtu malam 6 Febuari 2016.

Dzikir bersama diisi dengan membaca surah Yasin, kemudian tahlilan, pembacaan kisah Maulid Nabi Muhammad SAW, serta Hizb Jausyan.

Menurut KH Juned MHS, dzikir bersama ini dilakukan semata-mata untuk mengharap ridha Allah SWT agar jamaah dzikir diberi kemuliaan dunia dan akhirat.

Tak hanya itu, kata dia, di majelis dzikir tersebut mendoakan bangsa Indonesia agar senantiasa terlindungi dari segala bencana, baik bencana karena alam, krisis ekonomi maupun bencana yang diakibatkan karena ideologi radikal yang berniat menghancurkan NKRI.

Majelis dzikir ini terselenggara atas kerja sama Yayasan Dian Al Mahri Masjid Kubah Emas, Majelis Dzikir Hizb Jausan dan Himasal Depok Bogor (Alumni Santri Lirboyo). (Nuruddin Hidayat/Abdullah Alawi)
Selasa, 09 Februari 2016 00:06 Daerah



Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok siap menampung 83 jiwa eks Gafatar

 
PCNU Depok Siap Tampung dan Bina Eks Gafatar Cimanggis
Depok, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok siap menampung 83 jiwa eks Gafatar yang kembali ke Cimanggis, Depok. Sejumlah pesantren dan sekolah yang berafiliasi pada NU di Depok membuka tangan membina anak-anak eks anggota Gafatar.

"PCNU Depok siap tampung eks Gafatar. Kita akan tampung anak-anak eks Gafatar di pesantren dan madrasah milik NU. Kita harus sadari bahwa mereka adalah warga bangsa Indonesia dan makhluk Allah yang juga harus dibantu," ujar Ketua PCNU Depok Ustadz Raden Salamun usai acara Rapat Pleno PCNU Depok, Rumah Joglo, Situ Pengasinan, Sawangan, Depok.

Sebagaimana diinformasikan sebanyak 83 orang dari 26 keluarga eks Gafatar diterima Kemenag Depok di GOR Mekarsari. Salamun menyebut Pesantren Qotrunnada, Pesantren As-Sa’adah antara lain siap menampung anak eks Gafatar untuk diberikan pendidikan.

"Kalau di madrasah, insya Allah bisa memulihkan psikologis anak mereka di samping pendidikan seperti pada umumnya," terangnya.

Kepala Kemenag Depok Kholid Mawardi menuturkan, mereka akan ditampung sementara di GOR Mekarsari. Ia menambahkan, nantinya melalui Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Depok juga akan mengontrakkan.

"Kita minta PCNU Depok turut serta dalam memberikan binaan dan bantuan untuk eks Gafatar. Sebab, mereka ada yang satu keluarga 9 orang dan tidak ada keluarga di kampung. Tentunya, secara kemanusiaan suatu keharusan dalam membantu," ungkapnya. (Aan Humaidi/Alhafiz K)
Depok, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok siap menampung 83 jiwa eks Gafatar yang kembali ke Cimanggis, Depok. Sejumlah pesantren dan sekolah yang berafiliasi pada NU di Depok membuka tangan membina anak-anak eks anggota Gafatar.

"PCNU Depok siap tampung eks Gafatar. Kita akan tampung anak-anak eks Gafatar di pesantren dan madrasah milik NU. Kita harus sadari bahwa mereka adalah warga bangsa Indonesia dan makhluk Allah yang juga harus dibantu," ujar Ketua PCNU Depok Ustadz Raden Salamun usai acara Rapat Pleno PCNU Depok, Rumah Joglo, Situ Pengasinan, Sawangan, Depok.

Sebagaimana diinformasikan sebanyak 83 orang dari 26 keluarga eks Gafatar diterima Kemenag Depok di GOR Mekarsari. Salamun menyebut Pesantren Qotrunnada, Pesantren As-Sa’adah antara lain siap menampung anak eks Gafatar untuk diberikan pendidikan.

"Kalau di madrasah, insya Allah bisa memulihkan psikologis anak mereka di samping pendidikan seperti pada umumnya," terangnya.

Kepala Kemenag Depok Kholid Mawardi menuturkan, mereka akan ditampung sementara di GOR Mekarsari. Ia menambahkan, nantinya melalui Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Depok juga akan mengontrakkan.

"Kita minta PCNU Depok turut serta dalam memberikan binaan dan bantuan untuk eks Gafatar. Sebab, mereka ada yang satu keluarga 9 orang dan tidak ada keluarga di kampung. Tentunya, secara kemanusiaan suatu keharusan dalam membantu," ungkapnya. (Aan Humaidi/Alhafiz K)
 =========================================================================
 PEMBENTUKAN KELOMPOK ANAK RANTING


“Kita harus merubah cara pandang yang salah. Selama ini kita selalu menilai kekuatan NU berada di tingkat PB, PW hingga PC. Padahal kekuatan NU seungguhnya justru dari PC ke bawah, yakni mulai MWC, ranting hingga kelompok anak ranting,” papar KH. Masdar FM.
Masdar mengatakan, struktur organisasi NU berbeda dengan negara. Pasalnya NU merupakan gerakan keumatan atau civil society, yang kekuatan dilihat secara langsung dalam kehidupan di tengah masyarakat. Karenanya, penggerak NU harus bersinggungan secara langsung dengan umat di bawah.
Pada Muktamar ke-32 di Makassar 2010, lanjut Masdar Farid Mas’udi, NU telah mendefenisi ulang tentang struktur organisasi dengan memasukkan masjid sebagai bagian  integral dari jenjang kepengurusan mulai level kelompok anak ranting, ranting, majelis wakil cabang hingga level teratas.
“Gerakan keumatan NU harus berbasis masjid, karena masjid menjadi tempat berkumpul umat sepanjang waktu. Hanya dengan masjid kita bisa mengidentifikasi mana orang NU dan mana yang bukan NU,” kata Kyai Masdar.

Potongan  ART NU 2010


Pasal 15

1. Pembentukan Anak Ranting Nahdlatul Ulama dapat dilakukan jika terdapat sekurang-kurangnya 25 (dua puluh lima) anggota.

2. Pembentukan Anak Ranting Nahdlatul Ulama diusulkan oleh anggota melalui Ranting kepada Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama.

3. Pembentukan Anak Ranting Nahdlatul Ulama diputuskan oleh Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama melalui Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah.

4. Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama memberikan Surat Keputusan masa percobaan kepada Pengurus Anak Ranting Nahdlatul Ulama.

5. Pengurus Majelis Wakil Cabang mengeluarkan Surat Keputusan setelah melalui masa percobaan selama 3 (tiga) bulan. 


1 komentar: