Selamat dan Sukses Musyawarah Kerja PCNU Kota Depok, 19-20 Oktober 2019 dan Sukseskan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2019

HUMOR

Kaum Jomblo dan Legalisasi Poligami

Di sebuah daerah di Zimbabwe ada sejumlah pemuda yang berkumpul di suatu tempat. Berasal dari beberapa elemen masyarakat, para pemuda tersebut hendak melakukan demonstrasi.

Demonstrasi mereka lakukan untuk menolak legalisasi poligami oleh sang wali kota di daerah tersebut.

Berbagai atribut mereka kenakan untuk mendukung narasi penolakan. Salah satu keresahan mereka ialah bagaimana poligami akan dilegalkan sedangkan para pemuda di kota tersebut masih banyak yang menjomblo.

“Ini jelas politisasi terhadap kaum jomblo!” teriak salah satu pendemo di depan kantor wali kota.

Selain itu, di barisan depan, pentolan demo sedang meneriakkan orasinya.

Dalam orasi tersebut, si pentolan mengatakan, "Bapak Ibu pejabat, kami menerima jika Anda membungkam aspirasi kami dengan kepentingan politik. Kami memahami jika Anda menghabiskan uang kami untuk studi banding tentang poligami ke luar negeri. Tapi kami sangat tidak menerima jika Anda melegalkan poligami. Tanpa program poligami saja, kami masih jomblo, apalagi kalau ada, kami bisa nggak kebagian kawin,” teriaknya lantang. (Ahmad)

Ada orang bertamu ke rumah sahabatnya yang dikenal sangat pelit. Ketika tamu itu sampai, tuan rumah langsung memanggil anaknya. Dia berkata kepada anaknya untuk menjamu tamunya dengan maksimal.

“Anakku, kita kedatangan tamu mulia. Aku sangat menyukai tamu ini. Tolong kamu belikan setengah kilo daging yang paling bagus.”

Sang anak segera pergi untuk membeli daging yang paling bagus, sesuai perintah ayahnya. Beberapa waktu kemudian sang anak kembali ke rumah, dan tidak membawa apa-apa.

“Mana dagingnya?” tanya ayahnya.

“Aku datang ke tukang daging, aku katakan agar dia memberi daging yang paling bagus. Tukang daging itu mengatakan bahwa dia akan memberikan daging yang paling bagus yang rasanya seperti keju,” jawab anaknya.

Dalam pikiranku, anaknya melanjutkan cerita kepada ayahnya, “Kalau begitu, kenapa aku tidak beli keju saja daripada daging.”

Aku segera pergi kepada tukang keju. Aku katakan kepadanya agar dia memberikan keju yang paling bagus. Tukang keju menyatakan bahwa dia punya keju yang paling bagus dan rasanya seperti jus asam yang sangat kental dan segar.

“Jika demikian, kenapa aku tidak beli jus asam saja daripada keju,” kataku dalam hati.

Aku segera pergi kepada tukang jus asam. Aku meminta jus asam yang paling enak dan paling segar. Tukang jus asam itu mengatakan bahwa dia punya jus asam yang paling segar dan jernih, seolah jus itu adalah air yang sangat jernih.

“Aku pikir, jika demikian, kita punya air jernih di rumah,” kataku.

“Begitulah ceritanya hingga aku kembali dan tidak membeli apa-apa Yah,” kata sang anak.

“Kamu memang anak yang sangat cerdas. Tapi ada satu hal yang tidak kamu sadari. Kamu telah merusak sandalmu karena mondar-mandir,” kata ayahnya.

“Tidak, ayah. Yang aku pakai ini adalah sandal milik tamu kita.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar